Google Rating & Review ONE derland Consulting -ok Facebook Rating & Review ONE derland Consulting

Free Assessment - Click Here

Skilled Visa Calculator

Check Your Chance

Contoh Partner Visa dengan Durasi Hubungan Kurang dari 12 Bulan

Contoh Partner Visa dengan durasi hubungan kurang dari 12 bulan

Jonathon (bukan nama sebenarnya), warga Negara Italia, bertemu Nicole yang merupakan warga Negara Australia, pada saat itu Jonathon awal tahun 2009 di Geelong, Victoria menggunakan Working Holiday Visa. Mereka memulai hubungan dan segera setelahnya berkomitmen dalam hubungan mereka.

Jonathon mendapatkan pekerjaan impiannya di sebuah Agensi Real Estate, sedangkan Nicole bekerja di Melbourne CBD di sebuah Firma Hukum 1 jam jauhnya sehingga mereka memutuskan untuk tinggal terpisah.

Namun setiap akhir minggu mereka akan bertemu di Melbourne untuk menghabiskan waktu bersama sambil menikmati keindahan kota.

Pada tahun 2010 Jonathon Working Holiday Visa mendekati tanggal kadaluwarsa, Jonathan melakukan perbincangan dengan atasan yang mempekerjakan dia diperusahaan sekarang dan atasannya senang untuk memperkejakan dia kembali selama dia memiliki visa yang sesuai.

Oleh karena itu Jonathon membuat keputusan dengan memperpanjang visa Working holidaynya secara online selama 1 tahun lagi.

Pada tahun kedua Jonathon menggunakan Working Holiday Visa, banyak hal yang berubah.

Hubungan antara Jonathon dan Nicole berkembang kearah yang lebih serius dalam 6 bulan terakhir sebelum visa Jonathon berakhir.

Nicole memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan pindah ke Geelong untuk menghabiskan waktu lebih banyak dengan Jonathon.

1-partner-visa

Mengingat batas waktu visanya yang semakin mendekati tanggal kadaluwarsa, Jonathon pada akhirnya memutuskan untuk berbicara kembali dengan atasannya untuk menanyakan kemungkinan beliau untuk mensponsorinya melakukan aplikasi Temporary Work (Skilled) visa (subclass 457) sehingga dia bisa tinggal lebih lama di Australia dan bisa menghabiskan waktu dengan Nicole.

Namun karena biaya yang sangat tinggi untuk apply visa 457, dan kondisi pasar yang sedang tidak baik dalam bisnis Property, maka atasan Jonathon dengan berat hati tidak bisa membantunya.

Jonathon kemudian berpikir untuk melakukan aplikasi Skilled Independent (subclass 189) visa yang mana visa ini tidak memerlukan sponsorship untuk tinggal di Australia, namun sayangnya pekerjaannya sebagai “Real Estate Agent” tidak ada dalam Skilled Occupation List (SOL) sehingga ide ini tidak bisa dia teruskan.

Pekerjaannya sebenarnya masuk dalam list Consolidated Sponsored Occupation List (CSOL), namun karena dia tidak memenuhi 60 point dari persyaratan yang diperlukan sehingga dia tidak bisa untuk melakukan aplikasi Skilled Nominated (subclass 190) or The Skilled Regional (Provisional) (Subclass 489) working visas.

Sejak Nicole memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di Firma Hukum untuk tinggal bersama dengan Jonathon 6 bulan sebelumnya, mereka kini menghadapi kesulitan besar dalam bidang financial yang menyebabkan mereka kesulitan untuk melakukan aplikasi Partner Visa onshore.

Ditengah segala masalah ini, Jonathon memutuskan untuk menunjukkan keseriusannya dengan melamar Nicole, wanita yang dia anggap sebagai cinta dalam hidupnya.

Walaupun ditengah masalah yang mereka hadapi mereka tetap berpikiran positif bahwa hubungan mereka akan berhasil. Setelah itu mereka harus dipisahkan oleh jarak yang begitu jauh.

Saat Jonathon kembali ke Italia, dia menemukan pekerjaan kembali di sebuah Firma Real Estate.

Posisi ini menawarkan bayaran yang bagus baginya. Bagi Jonathon dia melihat perpisahannya dengan Nicole yang berada di Australia hanyalah sementara.

Nicole yang berada pada posisi yang sama terpisah dari Jonathon berusaha untuk bangkit kembali dengan menyebarkan lamaran di berbagai Firma hukum di Melbourne dan mengikuti satu interview ke interview lainnya sampai akhirnya dia berhasil mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan.

Inilah saat Nicole melakukan riset dan menghubungi ONEderland Consulting untuk menanyakan pilihan yang tepat baginya agar bisa berkumpul kembali dengan Jonathon.

Dengan pekerjaannya kini yang full time, sangat tidak memungkinkan bagi Nicole untuk dapat pergi ke Italia setiap 3 bulan, sehingga Nicole memutuskan Jonathonlah yang harus datang ke Australia.

Kami ONEderland Consulting memberikan saran kepadanya untuk mempertahankan pendapatannya yang stabil sehingga Nicole bisa menjadi sponsor nantinya untuk Partner Visa.

Karena mereka hanya tinggal bersama selama 6 bulan dimana kurang dari 12 bulan maka mereka tidak memenuhi kriteria untuk melakan aplikasi Partner Visa on the Basis of Defacto.

Sehingga ini meninggalkan mereka pada satu pilihan, mereka harus menikah dengan 2 jalur yang dapat mereka pilih agar bisa melakukan aplikasi Partner visa pada nantinya:

  1. 1. The Prospective Marriage Visa aplikasinya bisa dilakukan offshore. Ini akan memberikan mereka kesempatan selama 9 bulan untuk menikah di Australia sejak tanggal visanya dikeluarkan. Namun untuk mendapatkan visa ini akan memakan waktu cukup lama yaitu antara 12-15 bulan.
  2. 2. The Partner Visa on the basis of Marriage

Visa ini dimaksudkan bahwa mereka harus menikah secara legal sebelum melakukan aplikasi visa ini.

Jonathon dan Nicole berkomitmen satu sama lain bahwa mereka memiliki keinginan untuk menikah maka kami memberikan saran kepada Nicole untuk pergi ke Italia dan menikahi Jonathon secara legal dan melakukan aplikasi visa secara offshore.

Kami menjelaskan bahwa satu-satunya cara bagi mereka untuk melakukan aplikasi Partner visa onshore adalah dengan melakukan aplikasi Bridging visa (visa ini memperbolehkan Jonathon untuk tinggal di Australia selama proses Partner visa dilakukan) jika Jonathon apply Visitor visa dan tidak ada clausa no further stay dalam visanya.

e3-visa-fees

Nicole memutuskan bahwa mereka akan menikah di Italia dan Jonathon akan apply visitor visa dan merayakan pernikahan mereka kembali di Australia bersama orang tua Nicole dan kemudian mereka akan melakukan aplikasi Partner visa saat Jonathon masih di Australia. Itu rencana yang mereka akan lakukan.

Bulan itu juga Nicole menikahi Jonathon dan menghubungi kami untuk membantunya melakukan aplikasi visitor visa bagi Jonathon.

Nicole memiliki lebih dari AUD 5000 di rekeningnya, dan bukti rekening 3 bulan terakhir untuk membuktikan bahwa dia memiliki pekerjaan dan akomodasi bagi Jonathon, yang membuat dia memenuhi kualifikasi sebagai sponsornya.

Kami membantu Nicole melakukan aplikasi visitor visa dan dengan bantuan kami visitor visa tersebut bisa di granted dalam waktu singkat tanpa ada condition “no further stay” dan Jonathon bisa langsung datang ke Australia.

Visitor visa tersebut berlaku selama 3 bulan yang mana artinya mereka memiliki cukup waktu untuk melakukan aplikasi partner visa onshore.

Ini merupakan saat-saat yang sibuk bagi kami untuk mempersiapkan semuanya mengingat pasangan ini sudah merencanakan hal ini sejak lama, Nicole memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan pembayaran dan sangat siap untuk melakukan aplikasi Partner Visa segera setelah Jonathon tiba di Australia.

Jonathon berada di Australia saat proses aplikasi Partner visanya dilakukan sehingga dia diberikan Bridging Visa A dan diperbolehkan untuk tinggal di Australia hingga Temporary Partner Visanya di keluarkan.

Saat-saat yang dinantikan telah tiba saat kira-kira 12 bulan kemudian mereka memiliki bayi dan permohonan mereka untuk dapat melakukan aplikasi Permanent Partner Visa untuk 2 tahun kedepan dikabulkan.

Biaya konsultasi ONEderland Consulting berkisar antara AUD 3000 hingga AUD 5000 tergantung pada seberapa kompleks aplikasi yang harus dilakukan.

ONEderland Consulting memiliki pengalaman yang luas dalam menangani berbagai kasus partner visa yang kompleks dari berbagai applicant di seluruh dunia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai partner visa Australia dan untuk mengetahui segala persyaratannya, anda dapat menghubungi kantor kami di (+61) 089477-5831 atau email: [email protected]

Published On: May 3rd, 2016 / Categories: Visa Pasangan /

Share This Article, Choose Your Platform!